Upayapembangunan integrasi nasional selalu mendapat Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan atau yang disingkat dengan ATHG. Hal tersebut dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa yang bisa berasal dari dalam danluar negeri serta bisa berupa fisik dan nonfisik. Lakukanlah analisis penyebab munculnya ATHG yang bisa memecah belah NKRI! Percobaanseparatisme yang ingin memecah belah NKRI bukanlah hal baru. Hal ini sudah terjadi sejak lama dengan berbagai alasan pembenaran. Bila diperhatikan, secara umum terdapat dua pola memecah belah NKRI. Pertama adalah yang secara terang-terangan mendeklarasikan kemerdekaannya dan memisahkan diri dari NKRI. Penyebabmunculnya ATHG yang bisa memecah belah keutuhan NKRI: Wilayah Indonesia yang sangat luas dengan ribuan pulau yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. sehingga memiliki potensi sangat rawan karena kesulitan dalam hal mengontrol. Timbulnya etnosentrisme atau anggapan jika budayanya jauh lebih baik dibanding kebudayaan lainnya. Lakukanlahanalisis terkait pentingnya posisi grografis Indonesia Lakukanlah analisis penyebab munculnya ATHG yang bisa memecah belah NKRI! Pengertian ATHG. Memahami ancaman, tantangan, hambatan dan kerusuhan. Sebagai warga negara Indonesia yang terhormat, kita dapat berpartisipasi dalam melindungi negara dengan mengakui dan mengatasi Namunadakalanya perbedaan suku bangsa ini bisa menjadi sumber konflik yang dapat menyebabkan perpecahan, sehingga menjadi ancaman bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ancaman merupakan usaha-usaha yang membahayakan kedaulatan negara, keselamatan bangsa dan negara. Potensi ancaman yang dihadapi NKRI dari dalam negeri, antara lain : a. 4PWlTz. DIKASIH INFO - Pertanyaan Upaya pembangunan integrasi nasional selalu mendapat Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan atau yang disingkat dengan ATHG, lakukanlah analisis penyebab munculnya ATHG yang bisa memecah belah NKRI ini sering ditanyakan oleh banyak mahasiswa. Pasalnya, pertanyaan Upaya pembangunan integrasi nasional selalu mendapat Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan atau yang disingkat dengan ATHG, lakukanlah analisis penyebab munculnya ATHG yang bisa memecah belah NKRI ini biasanya ditanyakan dalam diskusi di bangku kuliah. Salah satu yang sering menanyakan pertanyaan Upaya pembangunan integrasi nasional selalu mendapat Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan atau yang disingkat dengan ATHG, lakukanlah analisis penyebab munculnya ATHG yang bisa memecah belah NKRI ini adalah Mahasiswa yang tengah mengikuti perkuliahan online. Sebelum menyimak jawaban pertanyaan Upaya pembangunan integrasi nasional selalu mendapat Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan atau yang disingkat dengan ATHG, lakukanlah analisis penyebab munculnya ATHG yang bisa memecah belah NKRI ini, silakan cermati terlebih dahulu soal lengkapnya di bawah ini. Baca Juga TERJAWAB! Apa Akibat Hukum Jika Mendirikan Bangunan Namun Tidak Sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Baca Juga TERJAWAB! Sebagai Warga Negara Indonesia Kita Harus Bisa Ikut Berpatisipasi Secara Aktif dalam Melindungi ATHG Berikut pertanyaan lengkapnya Upaya pembangunan integrasi nasional selalu mendapat Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan atau yang disingkat dengan ATHG. Hal tersebut dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa yang bisa berasal dari dalam danluar negeri serta bisa berupa fisik dan nonfisik. Lakukanlah analisis penyebab munculnya ATHG yang bisa memecah belah NKRI! Petunjuk baca dan pahami terlebih dahulu tentang ketahanan nasional Indonesia yang ada di dalam BMP MKDU4111 Jawaban Ada beberapa faktor penyebab munculnya Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan ATHG yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Beberapa faktor tersebut antara lain 1. Perbedaan suku, agama, ras, dan adat istiadat SARA Negara Indonesia diproklamasikan kemerdekaannya dari penjajahan pada tanggal 17 Agustus 1945. Kemerdekaan yang diproklamasikan itu berangkat dari perjalanan sejarah peperangan yang panjang, berabad-abad lamanya melawan penjajah dalam suasana perpecahan tidak adanya semangat persatuan dan kesatuan menyebabkan lamanya penjajahan di bumi Nusantara. Memang sungguh sulit mempersatukan Negara seluas Nusantara yang terdiri dari pulau, dihuni oleh penduduk berasal dari dua ras besar Melayu dan Melanesia, lebih dari 350 suku bangsa yang berbicara dalam 583 dialek bahasa, memeluk lima agama besar di dunia. Dalam perjalanan sejarah “Nusantara”, selama kurun waktu 2000 tahun tercatat hanya tiga negara kesatuan yang dapat tegak berdiri di bumi Nusantara ialah Sriwijaya, Majapahit dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kebinnekaan budaya dan kondisi geografisnya tersebut, membuat bangsa Indonesia mudah di pecah belah. Dengan kata lain, secara fisik-geografis dan sosial budaya Negara Indonesia “Nusantara” rawan perpecahan. Penjajahan itu mengakibatkan kebodohan dan penderitaan yang pada awal abad XX mendorong tumbuhnya semangat kebangsaan. Kebangkitan Nasional ini ditandai dengan lahirnya gerakan Budi Utomo pada tahun 1908. Peristiwa Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928 merupakan tonggak sejarah yang sangat penting. Sumpah tersebut merupakan perwujudan sikap dan tekad bangsa Indonesia untuk bersatu dalam wadah negara, bangsa dan bahasa Indonesia. “Satu tanah air menunjukkan satu kesatuan geografis, satu bangsa menunjukkan satu kesatuan politik, dan satu bahasa menunjukkan satu kesatuan sosial budaya”. Tekad ini mewujudkan perjuangan yang akhirnya melahirkan Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Kendatipun kita sudah merdeka, pengalaman membuktikan bahwa kemerdekaan tidak membebaskan bangsa Indonesia dan berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan ATHG. Dari sejarah perjuangan bangsa, Anda mengetahui adanya invasi Belanda, berbagai pemberontakan, pengkhianatan, serta penyelewengan terhadap negara kesatuan Republik Indonesia. Sejarah memberikan pelajaran berharga kepada kita sebagai bangsa bahwa ATHG tidak hanya datang dari luar melainkan juga dari dalam tubuh bangsa Indonesia sendiri. Untuk menghadapi ATHG yang membahayakan kelangsungan hidup bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, perlu dikerahkan segenap kemampuan, kekuatan, serta potensi yang ada pada bangsa Indonesia yang terwujud sebagai kesadaran berkemampuan bela negara. Karena itu seluruh warga negara sejak dini perlu dibekali dengan kemampuan tersebut melalui Pendidikan pendahuluan bela negara PPBN. PPBN ini bertujuan untuk 1. meningkatkan kecintaan pada tanah air; 2. meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara; 3. meningkatkan keyakinan Pancasila sebagai ideologi bangsa; 4. meningkatkan kesadaran bela negara; 5. mengembangkan kemampuan awal bela negara. Maksud dari bela negara adalah tekad, sikap, semangat, serta tindakan warga negara dalam upaya menjaga, memelihara, serta mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara. Tekad upaya ini tidak hanya terbatas dalam wujud perjuangan mengangkat senjata, melainkan mencakup semua wujud gagasan, sikap, serta perbuatan pengabdian melalui bidang masing-masing dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam mencapai tujuan Nasional. PPBN dilaksanakan melalui dua tahapan, yaitu melalui Pendidikan di sekolah dasar dan menengah misalnya melalui Pendidikan kepramukaan dan melalui Pendidikan tinggi dalam bentuk Pendidikan Kewarganegaraan. Visi Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi, yakni menjadi sumber nilai dan pedoman penyelenggaraan program studi dalam mengantarkan mahasiswa mengembangkan kepribadian menjadi warga negara Indonesia yang baik. Misinya membantu mahasiswa selaku warga negara agar mampu mewujudkan nilai-nilai dasar perjuangan bangsa Indonesia, kesadaran berbangsa dan bernegara dalam menerapkan ilmunya secara bertanggung jawab terhadap kemanusiaan yang beradab. Penguasaan kompetensi yang diharapkan bagi mahasiswa setelah mempelajari modul Kewarganegaraan ini adalah mempunyai kemampuan berpikir, bersikap rasional dan dinamis, berpandangan luas sebagai intelektual. wawasan kesadaran berbangsa dan bernegara untuk membela negara yang dilandasi oleh rasa cinta tanah air. wawasan kebangsaan, kesadaran berbangsa dan bernegara demi Tannas national resellience untuk kelangsungan hidup bangsa dan negara national survival. pola pikir dan pola sikap yang komprehensif integral dalam memecahkan masalah dan implementasi pembangunan nasional pada seluruh aspek kehidupan nasional. Secara umum, modul ini akan mengajak Anda memahami apa dan mengapa Pendidikan Kewarganegaraan perlu dipelajari oleh setiap generasi bangsa Indonesia. Setelah Anda mempelajari modul ini Anda diharapkan mampu memahami Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan. Setelah mempelajari modul ini, Anda diharapkan secara komprehensif dapat menjelaskan tentang analisis apa itu negara, bangsa, dan masyarakat serta kewajiban dan hak setiap warga negara dalam bela negara; tentang analisis hubungan antara falsafah, pandangan hidup, ideologi, dan Dasar Negara; tentang analisis hakikat, makna Pendidikan Kewarganegaraan; landasan hukum; Pendidikan Kewarganegaraan; tentang analisis hakikat tujuan Pendidikan Kewarganegaraan berdasarkan kepentingan nasional. Materi ini diperkaya dengan pengayaan video yang bisa anda di akses pada link berikut. V Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan Source Selamat belajar! Source Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Percobaan separatisme yang ingin memecah belah NKRI bukanlah hal baru. Hal ini sudah terjadi sejak lama dengan berbagai alasan pembenaran. Bila diperhatikan, secara umum terdapat dua pola memecah belah NKRI. Pertama adalah yang secara terang-terangan mendeklarasikan kemerdekaannya dan memisahkan diri dari NKRI. Kedua adalah yang secara ideologi tidak mengakui NKRI dan bercita-cita mendirikan negara pola yang pertama, relatif mudah mengatasinya. Hal ini dikarenakan aktor-aktor dan kalangan yang terlibat dengan terang-terangan menyatakan diri menentang NKRI baik dengan kekerasan bersenjata maupun diplomasi untuk meraih dukungan dari pihak-pihak lain di luar negeri. Pemerintah dan rakyat Indonesia tinggal mengerahkan kekuatan bersenjata dan menghadapinya secara hukum serta tetapi pola yang kedua ini relatif sulit untuk diberantas. Mereka bermain di dua kaki. Bagai bunglon, mereka bisa ada dimana saja dan menyusup ke berbagai lapisan masyarakat bahkan di pemerintahan. Bila dihadapi secara tegas, mereka akan menggunakan tameng HAM dan kebebasan berpendapat. Namun bila didiamkan saja, dikhawatirkan pengikutnya akan makin membesar yang akan melakukan berbagai aktivitas untuk memecah belah NKRI. Salah satu yang mungkin perlu diwaspadai adalah gerakan yang berusaha memperjuangkan berdirinya khilafah di Indonesia. Mereka menggunakan aktivitas-aktivitas keagamaan untuk menyebarkan ideologi, pengaruh dan memperbanyak pengikut. Apakah tidak mungkin, begitu makin membesar maka mereka akan terang-terangan menjadi gerakan separatis? Kekhawatiran saya terkait gerakan ini, adalah tidak mungkin menjadikan seluruh NKRI sebagai khilafah. Walaupun agama di NKRI mayoritasnya adalah Islam, ada beberapa wilayah yang agama mayoritasnya bukan Islam. Tentu mustahil wilayah atau daerah tersebut akan mendukung gerakan pembentukan khilafah. Untuk daerah-daerah yang mayoritas Islam, juga tidak mungkin membentuk khilafah karena ada NU dan Muhammadiyah yang kesetiaannya kepada NKRI tidak perlu diragukan lagi. Belum lagi di beberapa daerah yang mayoritas Islam, masih kental perbauran antara budaya lokal dengan ajaran Islam. Jelas mereka tidak mungkin mendukung pembentukan khilafah yang sangat kental dengan pengaruh budaya yang paling memungkinkan dan mempercepat pembentukan khilafah di wilayah Indonesia adalah apabila NKRI terpecah belah atau bubar. Dengan demikian, relatif lebih mudah menjadikan salah satu atau beberapa wilayah yang relatif kecil sebagai khilafah bila mayoritas masyarakatnya adalah para pendukung gerakan khilafah. Negara khilafah tersebut tinggal meminta bantuan negara-negara lain yang mengatasnamakan solidaritas keagamaan, ataupun yang tertarik dengan berbagai potensi menguntungkan yang ada di wilayah sudah menjadi pengetahuan umum bahwa cukup banyak negara-negara lain yang sangat berminat pada potensi yang ada pada tanah, air dan udara di wilayah NKRI. Bila tidak bisa mendapatkan keuntungan dengan mudah dari NKRI, maka mendapatkan keuntungan dari salah satu wilayah yang terpisah atau bekas NKRI pun sudah sangat memadai untuk mengakomodasi kepentingan negara memecah belah atau membuat NKRI bubar tidak perlu buru-buru menggunakan kekuatan bersenjata karena sama saja dengan bunuh diri. Yang harus dilakukan adalah dengan memperbanyak aktivitas yang akan menyulut konflik di masyarakat seperti penyebaran hoax atau berita bohong terkait SARA khususnya agama, memperbanyak informasi yang mengadu domba antara masyarakat yang memiliki perbedaaah khususnya terkait paham dan keyakinan beragama, hingga menghasud agar kelompok-kelompok yang ada di masyarakat saling membenci satu sama lainnya sehubungan dengan perbedaan SARA terutama yang dibumbui perbedaan keyakinan atau agama. Semakin banyak masyarakat yang terhasud dan terprovokasi maka makin mudah menyulut konflik, kerusuhan bahkan perang sipil yang pada akhirnya akan melancarkan perpecahan yang dapat berakibat pada bubarnya NKRI atau minimal lepasnya salah satu atau beberapa wilayah NKRI. Hal ini membuat Khilafah pun bisa relatif mudah berdiri, khususnya di daerah atau wilayah yang mayoritas masyarakatnya telah dipersiapkan sebelumnya sebagai pendukung pembentukan khilafah ini relatif mudah diterima oleh masyarakat awam karena menggunakan agama sebagai media penyebarannya. Masih sangat banyak masyarakat yang merasa tidak pantas atau bahkan merasa berdosa yang akan mengakibatkan masuk neraka bila sampai berani berpikir kritis terkait ajaran yang dikemukakan oleh orang-orang yang dianggap sholeh atau ahli agama di lingkungan sekitarnya. Apalagi bagi yang tidak menurut bahkan berbeda pendapat, bisa saja dengan mudah mendapatkan stempel bid’ah, sesat hingga kafir. Masyarakat pun menjadi takut karena konsekuensinya akan dikucilkan, dipersulit hingga mendapatkan kekerasan secara fisik dan perusakan aset yang mencegah terjadinya kekhawatiran ini, maka perlu diperbanyak upaya-upaya untuk membuat kehidupan di masyarakat menjadi lebih harmonis, terbuka terhadap perbedaan, tenggang rasa dan saling bertoleransi. Untunglah di Indonesia ada NU dan Muhammadiyah yang telah terbukti sangat berperan dalam pembentukan NKRI sebagai negara yang toleran terhadap perbedaaan khususnya terkait agama, keyakinan dan pemahaman yang berbeda. 1 2 Lihat Politik Selengkapnya Gabung KomunitasYuk gabung komunitas {{forum_name}} dulu supaya bisa kasih cendol, komentar dan hal seru lainnya. Soal 1 Skor 25 Dalam buku yang berjudul “Diplomasi Indonesia dan Pembangunan Konektivitas Maritim 2018, Indonesia berada di dalam garis equator yang berada di antara dua benua yaitu Benua Asia dan Australia, serta beada di antara samudra Hindia dan Pasifik. Indonesia tengah berupaya untuk memanfaatkan posisi tersebut untuk menjadi poros maritime dunia. Lakukanlah analisis terkait pentingnya posisi grografis Indonesia baik di tingkat ASEAN maupun dunia! Petunjuk silahkan baca dan pahami terleih dahulu tentang posisi geografis Indonesia yang ada di dalam BMP MKDU4111} Soal 2 Skor 25 Sebagai warga negara Indonesia kita harus bisa ikut berpatisipasi secara aktif dalam melindungi berbagai bentuk Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan ATHG agar dapat mewujudkan ketahanan nasional. Ganguan tersebut bisa berasal dari dalam dan luar negeri serta bisa berupa fisik dan non fisik. Uraikan peran Anda sebagai mahasiswa agar dapat melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesia dari ATHG baik yang berasal dari dalam dan luar negeri serta berupa fisik dan non fisik! Petunjuk silahkan baca dan pahami terlbih dahulu tentang landasan, dan asas Ketahanan Nasional yang ada di BMP MKDU4111 Soal 3 Skor 25 Upaya pembangunan integrasi nasional selalu mendapat Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan atau yang disingkat dengan ATHG. Hal tersebut dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa yang bisa berasal dari dalam danluar negeri serta bisa berupa fisik dan nonfisik. Lakukanlah analisis penyebab munculnya ATHG yang bisa memecah belah NKRI! Petunjuk baca dan pahami terlebih dahulu tentang ketahanan nasional Indonesia yang ada di dalam BMP MKDU4111 Soal 4 Skor 25 Pancasila merupakan dasar dan ideologi bangsa Indonesia yang menjadikan pedoman untuk hidup berbangsa dan bernegara. Kondisi sekarang ini banyak teradapat Ancaman, Tantangan, hambatan dan Gangguan ATHG yang dapat merusak ketahanan nasional, sehingga Pancasila seharusnya dinternalisasikan bukan hanya sekedar dihafalkan supaya ketahanan nasional negara Indoneisa menjadi kokoh. Lakukanlah telaah bagaimana cara memperkuat ideologi Pancasila sebagai usaha untuk memperkuat wawasan ideologi Indonesia terkait dengan pembinaan ketahanan nasional! Petunjuk silahkan baca dan pahami terlbih dahulu tentang ketahanan nasional yang ada di dalam modul MKDU4111 06-05-2022 1343 QuoteOriginal Posted By mustomi136328►Soal 1 Skor 25 Dalam buku yang berjudul “Diplomasi Indonesia dan Pembangunan Konektivitas Maritim 2018, Indonesia berada di dalam garis equator yang berada di antara dua benua yaitu Benua Asia dan Australia, serta beada di antara samudra Hindia dan Pasifik. Indonesia tengah berupaya untuk memanfaatkan posisi tersebut untuk menjadi poros maritime dunia. Lakukanlah analisis terkait pentingnya posisi grografis Indonesia baik di tingkat ASEAN maupun dunia! Petunjuk silahkan baca dan pahami terleih dahulu tentang posisi geografis Indonesia yang ada di dalam BMP MKDU4111} Soal 2 Skor 25 Sebagai warga negara Indonesia kita harus bisa ikut berpatisipasi secara aktif dalam melindungi berbagai bentuk Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan ATHG agar dapat mewujudkan ketahanan nasional. Ganguan tersebut bisa berasal dari dalam dan luar negeri serta bisa berupa fisik dan non fisik. Uraikan peran Anda sebagai mahasiswa agar dapat melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesia dari ATHG baik yang berasal dari dalam dan luar negeri serta berupa fisik dan non fisik! Petunjuk silahkan baca dan pahami terlbih dahulu tentang landasan, dan asas Ketahanan Nasional yang ada di BMP MKDU4111 Soal 3 Skor 25 Upaya pembangunan integrasi nasional selalu mendapat Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan atau yang disingkat dengan ATHG. Hal tersebut dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa yang bisa berasal dari dalam danluar negeri serta bisa berupa fisik dan nonfisik. Lakukanlah analisis penyebab munculnya ATHG yang bisa memecah belah NKRI! Petunjuk baca dan pahami terlebih dahulu tentang ketahanan nasional Indonesia yang ada di dalam BMP MKDU4111 Soal 4 Skor 25 Pancasila merupakan dasar dan ideologi bangsa Indonesia yang menjadikan pedoman untuk hidup berbangsa dan bernegara. Kondisi sekarang ini banyak teradapat Ancaman, Tantangan, hambatan dan Gangguan ATHG yang dapat merusak ketahanan nasional, sehingga Pancasila seharusnya dinternalisasikan bukan hanya sekedar dihafalkan supaya ketahanan nasional negara Indoneisa menjadi kokoh. Lakukanlah telaah bagaimana cara memperkuat ideologi Pancasila sebagai usaha untuk memperkuat wawasan ideologi Indonesia terkait dengan pembinaan ketahanan nasional! Petunjuk silahkan baca dan pahami terlbih dahulu tentang ketahanan nasional yang ada di dalam modul MKDU4111 wa aja jawbanya ready ya 085697208984 25k saja kk 06-05-2022 1343 Jawaban yang tepat untuk soal tersebut adalah masyarakat bersifat heterogen, kurangnya sikap saling menghargai dan bertoleransi, serta adanya budaya yang mulai tergeser oleh budaya asing. Integrasi nasional adalah usaha atau proses mempersatukan perbedaan-perbedaan dalam suatu negara sehingga tercapai keserasian dan keselarasan nasional. Dalam mempertahankan integrasi nasional, Indonesia sering dilanda berbagai upaya disintegrasi bangsa yang berupa ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan ATHG. Berikut penjelasannya 1. Ancaman adalah sebuah usaha atau kegiatan yang berasal dari dalam negeri dan dinilai dapat membahayakan kedaulatan negara secara konsepsional. Contoh dari bentuk ancaman dalam negeri seperti pemberontakan bersenjata yang dilakukan oleh PKI di Madiun pada tahun 1948 dan pemberontakan G-30 S/PKI pada tahun 1965. 2. Tantangan adalah sebuah usaha yang bertujuan untuk menggugah kemampuan. Contoh dari tantangan adalah berbagai tindakan korupsi, kolusi, dan nepotisme KKN. 3. Hambatan adalah usaha yang muncul dari dalam dan bertujuan untuk menghalangi atau melemahkan secara tidak konsepsional. Contoh dari hambatan dalam negeri adalah keanekaragaman budaya di Indonesia yang mengakibatkan konflik karena perbedaan pola pemikiran. 4. Gangguan adalah usaha yang muncul dari luar dan bertujuan untuk menghalangi secara tidak konsepsional. Contoh dari gangguan adalah masuknya kebudayaan asing yang membawa serta ideologi yang berbeda dengan ideologi bangsa. Penyebab munculnya ATHG yang bisa memecah belah keutuhan NKRI antara lain sebagai berikut 1. Masyarakat Indonesia yang bersifat heterogen keberagaman suku bangsa, budaya, agama dan ras. 2. Kurangnya sikap saling menghargai perbedaan di dalam masyarakat. 3. Budaya asli mulai tergeser karena dipengaruhi budaya asing yang belum tentu sesuai dengan kepribadian bangsa. 4. Kurangnya sikap saling bertoleransi dalam masyarakat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penyebab munculnya ATHG adalah masyarakat bersifat heterogen, kurangnya sikap saling menghargai dan bertoleransi, serta adanya budaya yang mulai tergeser oleh budaya asing.

lakukanlah analisis penyebab munculnya athg yang bisa memecah belah nkri